BAGIKAN
Jual Selendang Batik

Jual Selendang Batik Tulis Solo Bahan Paris yang cocok untuk anda yang gemar mengenakan jenis kain ini sebagai kombinasi bahan untuk menambah kesan menarik bagi anda seperti pada gambar yang dapat anda lihat pada artikel ini. Bagi orang timur istilah syal biasa kita sebut dengan selendang, dimana secara pengertian dapat kita definisikan Selendang merupakan salah satu pakaian tradisional budaya Indonesia yang berwujud kain memanjang. Kain selendang batik tulis solo pada umumnya dikenakan oleh para wanita dewasa dan saat ini mayoritas selendang menggunakan motif batik Indonesia sebagai ornamen yang memperindah kain selendang batik tulis solo itu sendiri. Saat ini para penggila belanja sedang menyukai syal batik solo maupun scarf batik keris yang berasal dari Solo terutama jenis selendang batik tulis Solo.

Ukuran standar selendang batik tulis solo pada umumnya dengan ukuran 50 cm (lebar) x 155  cm (panjang) dan dapat anda jumpai di hampir setiap toko selendang batik tulis Solo.  Perlu kita ketahui bersama bahwa hampir di setiap daerah Indonesia memiliki jenis selendang batik tulis tersendiri. Terkadang Selendang batik tulis dipakai dengan cara disimpangkan, kadang juga dikenakan untuk tutup kepala bila terik matahari menyengat, dan seringkali digunakan para ibu untuk gendongan anak. Padanan Selendang batik tulis yaitu kain batik tulis yang multifungsi, kain batik tulis untuk tutup pada bagian bawahan badan, pun juga untuk menggendong anak, digunakan sebagai ayunan untuk anak, bisa juga dipakai untuk bawa barang – barang sederhana dan ringkas atau biasa orang Jawa menyebutnya dengan gembolan. Selendang batik tulis Solo juga menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan dalam upacara pernikahan, kehamilan, upacara kelahiran, upacara kematian, dan untuk pementasan tari tradisional.

Keuntungan menggunakan selendang batik tulis Solo

  • Salah satu Efek paling positif yaitu membuat bayi merasa aman dan nyaman melalui kontak tubuh dengan ibunya ( Structural Modeling ). Adek Bayi akan merasa bahagia dengan menunjukkan respon sedikit menangis. Hal tersebut seiring sejalan dengan studi yang telah dilakukan oleh Bapak Urs A. Hunziker pada RS Anak Universitas Zurich, yang menyatakan bahwa bayi setelah lahir kemudian digendong menggunakan selendang (batik tulis Solo), maka bayi akan memberi respon lebih sedikit menangis daripada bayi yang tidak menggunakan selendang (batik tulis Solo).
  • Penggunaan Selendang batik tulis Solo dengan cara di gendong atau sejenisnya akan membuat kontak fisik langsung dengan bayi sehingga dapat mengatur stabilitas suhu bayi. Apabila bayi mengalami demam dapat mengurangi efek demam tersebut karena kontak fisik dengan yang menggendong sehingga probabilitas transfer suhunya semakin tinggi dan dapat mengurangi tingginya suhu badan bayi tersebut.
  • Kegiatan menggendong bayi ternyata dapat membantu penguatan otot inti. Banyak para orang tua memberikan laporan bahwa nyeri pada punggung secara berangsur berkurang. Serta membantu menurunkan berat badan ibunya bayi setelah kehamilan.

Kekurangan Selendang Batik Tulis Solo

  • Diperlukan sedikit latihan ekstra dengan cara tersendiri untuk dapat menggendong adek bayi dengan cara yang benar.
  • Pemilihan motif batik yang kurang tepat pada kain selendang batik tulis juga memicu tingkat seringnya ibu menggendong bayi karena tampilan selendang batik tulis yang terkesan kuno, sehingga sebagian besar ibu yang berada di kota besar cenderung lebih memilih mengunakan jenis gendongan bayi yang modern.

Sumber Pustaka Selendang Batik Tulis Solo

  • David Keys, “Prehistoric baby sling made our brains bigger”. independent.co.uk. Online: https://www.independent.co.uk/life-style/history/prehistoric-baby-sling-made-our-brains-bigger-2071291.html diakses pada 07 Mei 2019
  • http://pediatrics.aappublications.org/content/77/5/641.abstract
  • “Cara Gendong Bayi dengan Benar”. 9 March 2014.